Varises adalah pembuluh darah vena yang mengalami pembengkakan, terpuntir, atau pembesaran. Kondisi ini biasanya tampak sebagai area berwarna kebiruan atau keunguan di permukaan kulit. Varises paling sering didapati di tungkai atau betis dan anggota gerak bagian bawah, dan terutama disebabkan karena berdiri dan berjalan yang dapat memberikan tekanan tambahan pada vena di tubuh bagian bawah.
Penyebab Varises dan Faktor Risiko
Penyebab pasti terjadinya gangguan vena ini belum sepenuhnya diketahui. Beberapa orang cenderung berpeluang mengalami Varises tanpa penyebab yang jelas dan spesifik. Namun demikian, terdapat beberapa faktor risiko yang diduga dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami Varises. Beberapa faktor risiko ini antara lain :
- Jenis kelamin: perempuan berpotensi lebih tinggi mengalami Varises dibandingkan dengan laki-laki, alasan di balik kejadian ini dikaitkan dengan hormon yang dimiliki perempuan.
- Genetik: risiko mengalami Varises diduga diturunkan secara herediter.
- Usia: penuaan dapat menyebabkan penurunan elastisitas vena
- Berat badan: kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan yang lebih besar pada vena yang membuat katup pada vena akan bekerja lebih berat dan membuatnya rawan untuk mengalami kebocoran.
- Pekerjaan: beberapa penelitian menyebutkan bahwa individu yang bekerja dengan durasi berdiri yang lama lebih berpeluang untuk mengalami Varises.
- Kehamilan:kehamilan membuat tubuh meningkatkan produksi darah untuk menunjang pertumbuhan janin, peristiwa ini meningkatkan aliran darah serta menyebabkan perubahan hormonal yang membuat wanita hamil lebih berisiko mengalami Varises (gejala akan mengalami peningkatan yang signifikan setelah melahirkan) Pada beberapa kasus, perkembangan Varises dapat dikaitkan dengan kondisi kesehatan lainnya, seperti terdapatnya tumor di pelvis, riwayat terdapatnya bekuan darah atau stroke, atau gangguan pada pembuluh darah.
Gejala Varises
Gejala Varises dapat bervariasi dari tingkat ringan hingga berat. Umumnya tampak area berwarna biru gelap atau ungu, dan pembengkakan vena di bawah kulit. Bersama dengan ini, beberapa gejala minor lain dapat pula ditemukan :
- Nyeri, pegal, sensasi terbakar dan berat di kaki, yang bisa memburuk karena berdiri atau duduk dalam jangka waktu lama.
- Bengkak pada kaki dan/atau pergelangan kaki.
- Rasa gatal pada vena yang mengalami gangguan.
- Sensasi tidak nyaman pada tungkai bawah.
- Kram otot yang menandakan sirkulasi darah yang kurang baik.
Gejala yang serius dapat mencakup pembengkakan pada kaki, nyeri ekstrim pada betis, peradangan dengan perubahan warna kulit, atau luka terbuka yang dapat berdarah apabila trauma tersebut tidak disembuhkan.
Pencegahan Varises
Varises memang sulit dicegah, tetapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya, yaitu:
- Olahraga teratur untuk meningkatkan sirkulasi dan kekuatan otot kaki
- Jaga berat badan ideal
- Hindari duduk atau berdiri terlalu lama
- Hindari menyilangkan kaki saat duduk
- Tinggikan kaki saat beristirahat atau tidur
- Hindari pakaian yang ketat dan sepatu hak tinggi
- Konsumsi makanan tinggi serat dan rendah garam
- Hindari kafein dan alkohol
- Batasi makanan pedas yang bisa merangsang pelebaran pembuluh darah
Berhenti merokok karena dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah