Kehamilan adalah kondisi saat terjadi pembuahan dan perkembangan janin di dalam rahim. Kehamilan umumnya berlangsung selama 37–40 minggu, dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir.
Usia kehamilan dalam tiga fase yang berbeda, seperti:
- Trimester Pertama (1 hingga 12 minggu)
Meskipun secara fisik perubahan pada ibu belum jelas terlihat, tetapi pastinya terjadi perubahan besar dalam tubuh ibu, seperti kadar hormon yang berubah secara signifikan. Rahim akan mulai mendukung pertumbuhan plasenta dan janin. Tubuh juga akan menambah suplai darah untuk membawa oksigen dan nutrisi ke janin yang sedang berkembang.
Pada trimester pertama ini, janin akan mengembangkan semua organnya pada akhir bulan ketiga. Makanya, momen-momen ini sangat penting agar ibu hamil mempertahankan pola makan sehat, termasuk menambahkan jumlah asam folat yang cukup untuk membantu mencegah cacat tabung saraf pada janin.
Selama trimester pertama, risiko keguguran biasanya cukup tinggi. Oleh sebab itu, ibu harus menjaga kondisi dan vitalitas tubuh. Tanyakan kondisi kesehatan ibu hamil kepada dokter untuk penanganan kehamilan yang tepat.
- Trimester Kedua (13 hingga 28 minggu)
Trimester kedua adalah periode paling nyaman bagi mayoritas ibu hamil. Sebagian besar gejala kehamilan awal seperti morning sickness akan menghilang. Perut juga akan mulai terlihat membesar karena rahim akan tumbuh dengan cepat pada masa-masa ini.
Walaupun gejala mual perlahan hilang, tetapi ada beberapa keluhan umum yang akan dirasakan ibu, termasuk kram kaki, nyeri di ulu hati, selera makan tinggi, muncul varises, sakit punggung, dan terkadang hidung tersumbat.
Trimester kedua adalah masa ketika ibu hamil dapat merasakan janin bergerak untuk pertama kalinya. Biasanya, pergerakan ini terjadi pada minggu ke-20 masa kehamilan. Pada momen ini, janin bahkan bisa mendengar dan mengenali suara ibu.
Beberapa tes screening biasanya dilakukan pada trimester kedua. Pastikan untuk membicarakan riwayat medis pribadi dan keluarga kepada dokter untuk mengetahui masalah genetik yang dapat memberikan risiko pada janin.
Trimester kedua juga menjadi momen ketika bagian-bagian tubuh janin terbentuk seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan otak. Ibu juga bisa mengetahui jenis kelamin bayi di trimester kedua. Biasanya selama trimester kedua, dokter menguji diabetes gestasional yang umumnya dideteksi antara minggu ke-26 dan 28 masa kehamilan.
- Trimester Ketiga (29 hingga 40 minggu)
Trimester ketiga berlangsung dari minggu ke-28 kehamilan sampai masa kelahiran bayi. Pada trimester ketiga, janin sudah bisa membuka, menutup mata, dan menghisap jempolnya. Janin bisa menendang, merenggangkan badan, dan merespon cahaya.
Memasuki bulan kedelapan, pertumbuhan otak akan berlangsung terus dan cepat. Ibu mungkin bisa mendapatkan bentuk siku atau tumit di perut. Di bulan ke 9 atau usia kehamilan 34-36 minggu paru-paru sudah matang dan siap bekerja sendiri.
Untuk ibu sendiri akan ada pemeriksaan teratur seperti tes urine untuk mengetahui kadar protein di dalam tubuh, memeriksa tekanan darah, memantau detak jantung janin, dan persiapan-persiapan lain menuju proses persalinan.
Apa saja Tanda Tanda Kehamilan ?
- Perubahan pada payudara
Perubahan hormon pada awal kehamilan bisa membuat payudara terasa lebih padat, sensitif, dan kencang. Puting pun akan terlihat lebih menonjol dan berwarna lebih gelap, dengan pembuluh darah lebih tampak di permukaan kulit payudara. Tanda ini bisa muncul mulai minggu-minggu awal kehamilan, bahkan sejak sekitar hamil 4 hari, tetapi ini tergolong jarang terjadi.
- Lebih sering buang air kecil
Sering buang air kecil, terutama pada malam hari, juga bisa menjadi ciri-cirif kehamilan. Pada awal kehamilan, hal ini umumnya disebabkan oleh perubahan hormon dan bertambahnya jumlah cairan tubuh saat hamil.
- Lebih cepat lelah
Rasa lelah yang muncul saat hamil umumnya disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon progesteron. Tak hanya itu, perubahan metabolisme tubuh pada awal kehamilan juga dapat menyebabkan tubuh ibu hamil cepat lelah.
- Mual dan muntah
Mual dan muntah umumnya baru akan terasa pada usia kehamilan 6 minggu, tetapi bisa juga muncul lebih awal. Kondisi yang merupakan salah satu tanda-tanda hamil sebelum telat haid ini biasanya akan hilang setelah memasuki usia kehamilan 16–18 minggu
- Sensitif terhadap bau
Terjadinya perubahan hormon saat hamil bisa membuat indra penciuman menjadi lebih sensitif. Hal ini bisa membuat ibu hamil menjadi lebih mudah merasa mual saat mencium aroma tertentu, misalnya parfum atau makanan berbau tajam seperti ikan.
- Keluar bercak darah dari vagina
Terkadang kehamilan diawali dengan munculnya bercak darah yang keluar dari vagina. Bercak darah atau flek dari vagina bisa menjadi tanda menempelnya sel telur yang sudah dibuahi pada dinding rahim. Namun, terkadang tanda ini bisa mirip dan sulit dibedakan dengan darah haid.
- Kram perut
Kram perut juga bisa menjadi tanda kehamilan. Kondisi tersebut dapat terjadi karena efek prostaglandin yang diproduksi secara alami oleh rahim. Hal ini memicu peningkatan aliran darah ke rahim dan penebalan dinding rahim, sehingga membuat area perut terasa sakit.
semua gejala di atas tidak selalu mengacu pada kehamilan dan bisa saja menjadi tanda atau gejala dari penyakit tertentu. Selain itu, sebagian wanita yang sudah terkonfirmasi hamil juga ada yang tidak mengalami gejala atau tanda kehamilan tersebut.
Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan alat tes kehamilan atau test pack yang dijual bebas untuk memastikan kehamilan. Kemunculan hasil positif kemungkinan besar akurat. Namun, jika hasil yang diperoleh negatif, coba ulangi tes setidaknya satu minggu setelah tes pertama untuk memastikan apakah Anda hamil atau tidak. Jika masih ragu terhadap tanda kehamilan yang dialami, Anda bisa berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter untuk mengonfirmasi kehamilan.